Beberapa pekan terakhir ini, media banyak memberitakan tentang tawuran pelajar. Isu lama yang kembali menyeruak dengan kualitas yang lebih wowww. Seorang yang masih bertitel pelajar sebuah sekolah dengan sadis membunuh pelajar lain. Berita lengkapnya bisa dibaca di berbagai media.
Mari merenung sejenak, apa yang membuat pelajar tersebut tega berbuat seperti itu? ironisnya banyak kasus tawuran yang terjadi di jam efektif belajar di sekolah. Bisa dipastikan mereka lari dari sekolah? Di kalangan mereka tindakan seperti itu menunjukkan keberanian karena yang tinggal di sekolahpun banyak yang inginnya lari tapi tertahan oleh rasa takut sendiri. Demikianlah kiranya realitas hari ini banyak pelajar yang tidak betah tinggal di sekolah dan ingin lari darinya. Lihatlah bagaimana ekspresi mereka ketika diumumkan kelulusannya ini melengkapi ilustrasi kejenuhan dan kebosanan pelajar untuk tinggal di sekolah.
Mari merenung, ada apa dengan SEKOLAH? Adakah para pelajar tersebut tidak menemukan kesenangan dan kebagiaan lagi di sekolah sehingga mereka lari dan mencari tempat dan kegiatan lain di luar sekolah ayo kita cari jawabannya dengan melihat kondisi sekolah kita. Sudahkah kebahagian semua pihak menjadi tujuan sekolah? Indahnya jika sekolah menjadi tempat yang membahagiakan bagi guru, siswa, orangtua, warga sekitar dan seluruh stakeholder. Mungkinkah hal itu mewujud di sekolah kita?
Untuk bahan perbandingan dan rujukan silahkan dibaca buku "Summerhill School, Pendidikan alternatif yang membahagiakan" buku karangan AS Neil yang sudah diterjemahkan.
Buku tersebut berisi kumpulan kisah pengalaman semua orang tentang sebuah sekolah asrama yang berprinsip bahwa sekolah harus menjadi tempat yang membahagiakan bagi semua orang; guru, siswa, orangtua maupun warga sekitar.
Ayo kita kembalikan kebahagian semua orang terhadap sekolah!!!
Mari merenung sejenak, apa yang membuat pelajar tersebut tega berbuat seperti itu? ironisnya banyak kasus tawuran yang terjadi di jam efektif belajar di sekolah. Bisa dipastikan mereka lari dari sekolah? Di kalangan mereka tindakan seperti itu menunjukkan keberanian karena yang tinggal di sekolahpun banyak yang inginnya lari tapi tertahan oleh rasa takut sendiri. Demikianlah kiranya realitas hari ini banyak pelajar yang tidak betah tinggal di sekolah dan ingin lari darinya. Lihatlah bagaimana ekspresi mereka ketika diumumkan kelulusannya ini melengkapi ilustrasi kejenuhan dan kebosanan pelajar untuk tinggal di sekolah.
Mari merenung, ada apa dengan SEKOLAH? Adakah para pelajar tersebut tidak menemukan kesenangan dan kebagiaan lagi di sekolah sehingga mereka lari dan mencari tempat dan kegiatan lain di luar sekolah ayo kita cari jawabannya dengan melihat kondisi sekolah kita. Sudahkah kebahagian semua pihak menjadi tujuan sekolah? Indahnya jika sekolah menjadi tempat yang membahagiakan bagi guru, siswa, orangtua, warga sekitar dan seluruh stakeholder. Mungkinkah hal itu mewujud di sekolah kita?
Untuk bahan perbandingan dan rujukan silahkan dibaca buku "Summerhill School, Pendidikan alternatif yang membahagiakan" buku karangan AS Neil yang sudah diterjemahkan.
Buku tersebut berisi kumpulan kisah pengalaman semua orang tentang sebuah sekolah asrama yang berprinsip bahwa sekolah harus menjadi tempat yang membahagiakan bagi semua orang; guru, siswa, orangtua maupun warga sekitar.
Ayo kita kembalikan kebahagian semua orang terhadap sekolah!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar