Nama Lengkapnya Budi Setiadi. Pria yang baru kemarin aku kenal ini benar-benar telah menembus batas. Pertemuan yang berawal dari sebuah cerita seorang kawan Direktur SOLO Peduli, Mas Supomo tentang realitas hidup orangtua anak asuh.
Beliau tinggal di sebuah rumah kecil dan sederhana berukuran sekitar 4X8 meter persegi. Ketika kami datang (saya dan mas Pomo) beliau menyambut dengan sumringah dan senang. Tidak tercermin atau terlintas sedikitpun kesedihan dalam wajahnya.
Sehari-hari beliau bekerja di Pasar Klewer sebagai petugas penarik retribusi dengan upah Rp. 450.000,- per bulan. Dengan kondisi seperti itu beliau mampu mengantarkan keenam putranya untuk berprestasi. Putri pertama beliau saat ini sedang kuliah di Jerman, 2 putranya ada yang di UGM, 1 di ITB, dan 1 masih SMA di SMart Ekselensia Bogor. Pengalaman hidup ini beliau tuangkan di buku Menembus Batas. Buku yang layak dibaca oleh orang yang merasa hidupnya dalam kondisi terbatas atau pas-pasan tapi punya banyak keinginan besar.
Kita layak belajar dari orang yang satu ini...
Beliau tinggal di sebuah rumah kecil dan sederhana berukuran sekitar 4X8 meter persegi. Ketika kami datang (saya dan mas Pomo) beliau menyambut dengan sumringah dan senang. Tidak tercermin atau terlintas sedikitpun kesedihan dalam wajahnya.
Sehari-hari beliau bekerja di Pasar Klewer sebagai petugas penarik retribusi dengan upah Rp. 450.000,- per bulan. Dengan kondisi seperti itu beliau mampu mengantarkan keenam putranya untuk berprestasi. Putri pertama beliau saat ini sedang kuliah di Jerman, 2 putranya ada yang di UGM, 1 di ITB, dan 1 masih SMA di SMart Ekselensia Bogor. Pengalaman hidup ini beliau tuangkan di buku Menembus Batas. Buku yang layak dibaca oleh orang yang merasa hidupnya dalam kondisi terbatas atau pas-pasan tapi punya banyak keinginan besar.
Kita layak belajar dari orang yang satu ini...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar