Beberapa
waktu lalu penulis berkesempatan berkunjung di Sekolah PSKD Mandiri Menteng.
Sekolah ini menerapkan konsep Steven Covey penemu 7th Habits yang dirujuk
banyak kalangan dunia terkait pengembangan kepribadian diri terutama bagaimana
melejitkan karakter leadership.
Kami datang
disambut kepala sekolah dengan ramah didampingi beberapa siswa. Ternyata siswa
itulah yang kemudian menjadi guide keliling
sekolah. Mereka menjelaskan segala hal yang kami tanyakan terkait sekolah. Mereka
sangat terampil dalam berkomunikasi. Saya berfikir siswa disini pasti sering
dilatih berkomunikasi dalam pembelajaran, sehingga mereka begitu trampil
berkomunikasi. Dan itulah yang tampak
dalam kegiatan pembelajaran di kelas-kelas. Terlihat betapa siswa sangat aktif.
Guru berperan sebagai fasilitator dan motivator dalam pembelajaran. Banyak
produk yang dihasilkan siswa, sehingga ruang kelas berubah menjadi sebuah
galery karya yang terpampang dengan rapinya.
Ketika kami
konfirmasi bagaimana cara sekolah membangun budaya seperti itu kepala sekolah
menjawab bahwa guru di sekolah tersebut sepekan sekali wajib mengikuti
pelatihan guru. Ternyata inilah kuncinya, pelatihan guru. Dengan pelatihan
tersebut setiap guru terpacu untuk terus belajar mengembangkan diri dan
mengeksplorasi ide yang akan menjadi sumber belajar siswa.
Mari kita
renungkan, berapa kali pelatihan guru dilaksanakan di sekolah kita? Seminggu
sekalikah, sebulan sekali, atau setahun sekali atau hanya sekali-sekali?.
Pelatihan guru adalah kebutuhan mendasar untuk terus berkembang menjadi guru
yang kreatif dan inovatif. Karena dengan pelatihan guru akan dipacu untuk terus
berubah lebih baik dengan terus belajar, membaca buku, melakukan penelitian
kelas sehingga setiap hari muncul produk baru dan ide-ide baru. Sehingga pembelajaranpun
senantiasa segar, ramai, meriah, dan menghasilkan banyak produk. Hal ini harus
disepakati oleh semua pihak baik guru, kepala sekolah maupun yayasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar